Leave a comment

Apa Itu Konflik ?

Konflik adalah suatu pertentangan atau pertikaian antar individu dengan individu, kelompok dengan individu atau kelompok dengan kelompok yang merupakan gejala sosial yang sering muncul dalam kehidupan di masayarakat. Konflik social merupakan suatu hal yang  wajar terjadi pada kehidupan bermasyarakat. Konflik tidak dapat hilang dari kehidupan masayarakat kecuali masyarakat itu hilang.  Istilah konflik pada intinya dapat didefinisikan sebagai suatu pertentangan, namun beberapa tokoh menyebutkan berbagai definisi konflik sebagai berikut :

1. Soerjono Soekanto

Konflik adalah suatu proses sosial dimana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.

2. Lewis A. Coser

Konflik adalah perselisihan mengenai nilai – nilai atau tuntutan – tuntutan yang berkenaan dengan status, kekuasaan, sert aumber – sumber kekayaan yang persediaannya terbatas.

3. Robert M.Z. Lawang

Konflik adalah perjuanagan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan, dimana tujuan dari mereka yang berkonflik , tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan saingannya.

4. Leopod von Wiese

Konflik adalah suatu proses sosial dimana orang – perorangan atau kelompok  manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang  pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.

5. Berstein

Konflik adalah suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Menurut Berstein, konflik dapat memberikan pengaruh yang positif maupun yang negatif didalam interaksi manusia.

6. Jemes W. Vander Zanden

Konflik merupakan suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status, atau wilayah tempat pihak yang saling berhadapan  bertujuan untuk menetralkan, merugikan atau menyisihkan lawan mereka.

MISTIS DIBALIK BENCANA ALAM

3 Comments

Sebagian besar masyarakat, terutama masyarakat Indonesia selalu menghubung – hubungkan antara mistis dengan terjadinya suatu bencana alam. Entah mungkin ini merupakan suatu kebetulan semata atau memang benar adanya, sebagian besar bencana alam selalu di iringi dengan adanya suatu mistis yang terjadi hampir bertepatan dengan terjadinya sebuah bencana alam. Hal ini semakin diperkuat lagi dengan adanya tanggapan para paranormal yang menjelaskan tentang peristiwa mistis yang terjadi beriringan dengan terjadinya sebuah bencana alam. Peristiwa mistis yang terjadi terjadi diantaranya adalah suatu peristiwa pertanda – pertanda aneh sebelum terjadi bencana, serta munculnya suatu hal – hal aneh ketika peristiwa bencana alam itu terjadi.

Contoh bencana alam yang selalu dikaitkan dengan suatu peristiwa mistis yang paling banyak menarik perhatian banyak orang  adalah  peristiwa meletusnya gunung merapi. Ketika gunung merapi meletus, beberapa hari sebelum terjadinya letusan merapi yang banyak menelan banyak korban jiwa tersebut, muncullah sebuah awan panas dari mulut merapi. Anehnya, awan panas tersebut seolah – olah membentuk gambar wajah seorang tokoh pewayangan yaitu tokoh Petruk. Para warga setempat dan para paranormal banyak yang menafsirkan bahwa awan petruk tersebut adalah jelmaan salah satu penunggu gunung merapi yaitu Mbah Petruk. Dan munculnya awan tersebut dianggap sebagai suatu pertanda akan munculnya suatu bencana besar.

Namun disisi lain, ada pula orang yang tidak mempercayai bahwa hal tersebut merupakan suatu pertanda akan terjadinya suatu bencana besar. Kepala Pusat Mitigasi Bencana dan Vulkanologi Kementerian ESDM Dr. Surono berpendapat awan Petruk bukan pertanda apa pun. Sebagaimana ilmuwan pada umumnya, menurut mereka awan petruk bukanlah suatu pertanda akan munculnya sebuah bencana alam besar terhadap gunung merapi karena hal tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah, karena menurut catatan pada waktu itu kondisi merapi sudah mulai tenang dan intensitas gempa yang terjadi juga sudah mulai mengalami penurunan.

Peristiwa lainnya yang menunjukan suatu pertanda sebelum terjadinya bencana alam adalah peristiwa munculnya dua buah awan yang terpisah oleh garis vertikal yang berbentuk lurus dan lebar sehingga sela – sela ditengah awan ini membentuk sebuah garis vertikal yang sangat panjang. Awan ini dapat dilihat di sekitar daerah Yogyakarta. Tak lama setelah munculnya awan tersebut terjadilah sebuah gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta. Namun peristiwa gempa tersebut tidak begitu besar dan tidak banyak menelan korban seperti pada peristiwa gempa bumi sebelumnya.

Percaya atau tidak tentang adanya suatu mistis dibalik sebuah bencana alam, tentunya tergantung kepada keyakinan kita masing – masing. Apakah kita akan mempercayai munculnya peristiwa mistis sebagai pertanda terjadinya suatu bencana alam, ataukah tetap befikir secara ilmiah.

Referensi:

http://www.blak-blakan.com/2010/11/membongakr-rahasia-dibaik-aura-mistis.htm

http://us.detiknews.com/read/2010/11/02/183016/1483124/10/jangan-percaya-pertanda-awan-petruk

TEORI AUGUSTE COMTE

1 Comment

Auguste Comte memiliki nama panjang Isidore Marie Auguste François Xavier Comte, lahir di Montpelier, Prancis pada tanggal 19 Januari 1798. Comte menikah dengan Caroline Massin yang berlangsung dari tahun 1825 hingga 1842. Ia adalah seorang tokoh sosiologi dari Prancis. Ia dijuluki sebagai “Bapak Sosiologi”  karena ia adalah orang yang pertama kali memakai istilah sosiologi dan mengkaji sosiologi secara sistematis, sehingga ilmu tersebut melepaskan diri dari filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad ke-19 (1856).Ia dikenal sebagai orang pertama yang mengaplikasikan metode ilmiah dalam ilmu sosial, sehingga teori yang ia buat banyak digunakan dalam perkembangan sosiologi. Auguste Comte adalah penyumbang terbesar untuk membangun sosiologi sebagai suatu ilmu.

Teori – teori yang dikemukakan oleh Auguste Comte banyak dipengaruhi oleh berbagai latar belakang diantaranya adalah:

  1. Revolusi perancis dengan segala aliran pikiran yang berkembang pada masa itu. Comte tidaklah dapat dipahami tanpa latar belakang revolusi perancis dan juga Restorasi Dinasti Bourbon di Perancis yaitu pada masa timbulnya krisis sosial yang maha hebat dimasa itu. Sebagai seorang ahli pikir, Comte berusaha untuk memahami krisis yang sedang terjadi tersebut. ia berpendapat bahwa manusia tidaklah dapat keluar dari krisis sosial yang terjadi itu tanpa melalui pedoman – pedoman berpikir yang bersifat scientific.
  2. Adanya filsafat sosial yang berkembang di Perancis pada abad ke-18. Khususnya filsafat yang dikembangkan oleh para penganut paham encyclopedist ini, terutama dasar – dasar pikirannya, sekalipun kelak ia mengambil posisi tersendiri setelah keluar dari aliran ini.
  3. Aliran reaksioner dari para ahli pikir Thoecratic terutama yang bernama De Maistre dan De Bonald. Aliran reaksioner dalam pemikiran Katolik Roma adalah aliran yang menganggap bahwa abad pertengahan kekuasaan gereja sangat besar, adalah periode organis, yaitu suatu periode yang secara paling baik dapat memecahkan berbagai masalah – masalah sosial. Aliran ini menentang pendapat para ahli yang menganggap bahwa abad pertengahan adalah abad di mana terjadinya stagmasi didalam ilmu pengetahuan, karena kekuasaan gereja yang demikian besar di segala lapangan kehidupan. Comte telah membaca karya – karya pemikir Theocratic dibawah pengaruh Sain– Simont sebagaimana diketahui Sain– Simont juga menganggap bahwa abad pertengahan adalah periode organic yang bersifat konstruktif.
  4. Sumber terakhir yang melatarbelakangi pemikiran Comte adalah lahirnya aliran yang dikembangkan oleh para pemikir sosialistik, terutama yang diprakarsai oleh Sain– Simont. Comte telah membangun hubungan yang sangat erat dengan Sain– Simont dan juga dengan para ahli pikir sosialis Prancis lainnya. Comte di suatu pihak akan membangun pengetahuan sosial dan dipihak lain akan membangun kehidupan ilmu pengetahuan sosial yang bersifat scientific. Sebenarnya Comte memiliki sifat tersendiri terhadap aliran ini, tetapi sekalipun demikian dasar – dasar aliran masih tetap dianutnya terutama pemikiran mengenai pentingnya suatu pengawasan kolektif terhadap masyarakat, dan mendasarkan pengawasan tersebut didalam suatu dasar yang bersifat scientific.

Karya – karya Auguste Comte diantaranya adalah Auguste Comte membagi sosiologi menjadi dua bagian yaitu Social Statics dan Social Dynamic. Pembagian sosiologi kedalam dua bagian ini bukan berarti akan memisahkannya satu sama lain. Bagian yang paling penting dari sosiologi menurut Auguste Comte adalah apa yang disebutnya dengan social dynamic, yaitu teori tentang perkembangan dan kemajuan masyarakat. Karena social dynamic merupakan study tentang sejarah yang akan menghilangkan filsafat yang spekulatif tentang sejarah itu sendiri.

  1. Social Dinamic

Social dynamics adalah teori tentang perkembangan manusia. Augute Comte berpendapat bahwa di dalam masyarakat terjadi perkembangan yang terus menerus, sekalipun dia juga menambahkan bahwa perkembangan umum dari masyarakat tidak merupakan jalan lurus. Comte berpendapat bahwa jawaban tentang perkembangan sosial harus dicari dari karakteristik yang membedakan antara manusia dengan binatang. Menurut Comte, yang membedakan manusia dengan binatang adalah perkembangan inteligensi manusia yang lebih tinggi.

Comte mengajukan hukum tentang 3 tingkatan inteligensi manusia, yaitu pemikiran yang bersifat theologis atau fictious, metaphisik atau abstrak, scientific atau positive. Sjarah umat manusia sebenarnya ditentukan oleh pertumbuhan dari pemikiran manusia, hukum tertinggi dari sosiologi haruslah hukum tentang perkembangan inteligensi manusia.

  1. The Law of three stages (Hukum Tiga Tahap)

Hukum tiga tahap merupakan hukum tentang perkembangan inteligensi manusia, dan yang berlaku tidak hanya terhadap perkembangan manusia, tetapi juga berlaku terhadap perkembangan individu. Hukum tiga tahap terdiri dari 3 tahap perkembangan pikiran manusia yaitu The Telogical, or Fictitious; The Metaphysical or Abstract; dan The Scientific, or Positive.

  1. The Law of the hierarchie of the sciencies (Hierarki dari llmu Pengetahuan)

Di dalam menyusun susunan ilmu pengetahuan, Comte menyadarkan diri kepada tingkat perkembangan pemikiran manusia dengan segala tingkah laku yang terdapat didalamnya. Sehingga sering kali terjadi didalam pemikiran manusia, kita menemukan suatu tingkat pemikiran yang bersifat scientific.

  1. The Law of the correlation of practical activities

Comte yakin bahwa ada hubungan yang bersufat natural antara cara berfikir yang theologies dengan militerisme. Cara berfikir theologies mendorong timbulnya usaha-usaha untuk menjawab semua persoalan melalui kekuatan(force). Karena itu, kekuasaan dan kemenangan selalu menjadi tujuan daripada masyarakat primitive dalam hubungan satu sama lain.

  1. The Law of the correlation of the feelings

Comte menganggap bahwa masyarakat hanya dapat dipersatukan oleh feelings. Demikianlah, bahwa sejarah telah memperlihatkan adanya korelasi antara perkembangan pemikiran manusia dengan perkembangan dari social sentiment.

  1. Social Statics

Social statics adalah bagian yang lebih elememter didalam sosiologi tetapi kedudukannya tidak begitu penting dibandingkan dengan social dynamics. Fungsi sosial statics adalah untuk mencari hukum – hukum tentang aksi dan reaksi dari pada berbagai bagian didalam suatu sistem sosial. Sedangkan dalam sosial statics mencari hukum – hukum tentang gejala – gejala sosial yang bersamaan waktu terjadinya. Didalam sosial statics, terdapat 4 doktrin yaitu doktrin tentang individu, keluarga, masyarakat dan negara.

Referensi:

K.J. Veeger.  1986. Realitas sosial. Jakarta: PT Gramedia.

P.J. Bouman. 1976. Sosiologi “Pengertian-Pengertian dan Masalah-Masalah”. Yogyakarta:           Penerbit Kanisius.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (ed). 1974. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Soekanto, soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Raja Grafindo        Persada.

Sztompka, Piotr. 2005. Sosiologi Perubahan Sosial (alih bahasa oleh Alimandan). Jakarta: Prenada Media.

TRANSPORTASI MASSAL DI INDONESIA

2 Comments

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak penduduk. Menurut data hasil sensus penduduk tahun 2010, dari 90 % data yang telah masuk, jumlah penduduk indonesia telah mencapai 234,2 juta jiwa. Hal ini tentunya membawa berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat, salah satunya adalah permasalahan dalam hal mobilisasi yaitu tersedianya sarana transportasi yang memadai. Dengan melihat jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar, maka transportasi massal merupakan sarana transportasi yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Dengan adanya transportasi massal maka dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kota- kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Selain itu, juga dapat mengurangi polusi dari kendaraan bermotor dan mengurangi penggunaan bahan bakar. Dengan demikian kita dapat mengetahui betapa besar manfaat keberadaan sarana transportasi massal khususnya bagi negara Indonesia sendiri.

Namun pada kenyataannya, meskipun transportasi massal merupakan sarana transportasi yang cocok dengan keadaan yang ada di Indonesia, sarana transportasi ini masih belum terlalu banyak dimanfaatkan kegunaannya oleh masyarakat luas, serta keberadaan transportasi massal itu sendiri juga belum maksimal. Keberadaan sarana transportasi masaal seperti bus, kereta api, pesawat, kapal, dll, masih belum mencukupi untuk melayani seluruh pengguna sarana tersebut, terutama ketika tiba musim liburan sekolah ataupun libur pada hari – hari besar.  Akibatnya,  banyak penumpang terlantar dan ada pula yang nekad berdesak – desakan untuk dapat sampai ketempat tujuan dengan menggunakan sarana transportasi massal tersebut. Hal ini menunjukan bahwa sebenarnya negara Indonesia memang membutuhkan sarana transportasi publik namun dalam penanganan dan penyediaan sarana tersebut masih kurang maksimal.

Namun, saat ini pemerintah sudah mulai menunjukkan keseriusannya untuk menangani masalah transportasi massal.  Saat ini sudah banyak terdapat sarana transportasi massal yang memadai dengan harga terjangkau. Misalkan Bus Trans Jakarta dan Trans Jogja. Bus Trans Jakarta dan Trans Jogja adalah sarana transportasi publik dalam kota.  Keberadaan transportasi ini sudah cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal yang ada dikota Jakarta dan kota Yogyakarta. Meskipun masih perlu beberapa pembenahan dalam berbagai hal, namun sarana transportasi tetap dapat mempertahankan eksistensinya sekitar masyarakat kota Jakarta dan Yogyakarta. Dengan adanya hal ini, diharapkan mampu untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di kota – kota besar dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi umum khususnya bagi masyarakat Jakarta dan Yogyakarta.

Referensi:

http://makelarz.blogspot.com/2010/05/hasil-sensus-penduduk-2010.html

http://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?4641-Skema-Sistem-Transportasi-Massal-Ideal-di-Indonesia

GLOBAL WARMING

1 Comment

Global warming sering dikenal dengan istilah pemanasan global. Pemanasan global di muka bumi ini bersumber dari kenyataan adanya energi panas yang dipancarkan  matahari yang masuk ke bumi sehingga dapat menimbulkan cuaca dan iklim serta panas pada permukaan bumi secara global. Selain itu, pemanasan global juga disebabkan karena adanya efek rumah kaca serta pembuangan gas emisi yang telah melebihi batas normal. Banyaknya gas karbon dioksida yang dihasilkan dari berbagai macam industri serta kendaraan bermotor juga ikut ambil bagian dalam terjadinya global warming atau pemanasan global ini.

Global warming telah membawa dampak yang serius terhadap kehidupan manusia dimuka bumi. Salah satunya adalah mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan. Mencairnya es di kutub selatan dan di kutub utara ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan prediksi para ahli – ahli sebelumnya. Bayangkan jika es dikutub utara dan dikutub selatan semakin banyak yang meleleh, maka permukaan air laut akan semakin bertambah, dan akibatnya dapat mengancam kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya yang ada di permukaan bumi.

Selain itu, pemanasan global telah menyebabkan terjadinya perubahan atau pergeseran cuaca serta terjadinya cuaca ekstrim yang sering terjadi akhir – akhir ini. Seperti terjadinya perubahan pola hujan yang tidak dapat diprediksi, terjadinya angin topan serta badai tropis. Selain itu juga terjadi serangan gelombang panas yaitu meningkatnya suhu udara melebihi batas normal seperti yang telah terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2007 lalu.

Namun, tentu saja hal ini dapat dicegah atau deperbaiki. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya globall warming adalah dengan memperbanyak tanaman pohon di muka bumi ini, karena dengan adanya banyak pohon akan dapat menambah kadar oksigen dimuka bumi ini. Selain itu, pembuangan limbah yang banyak mengandung gas karbon dioksida juga harus dikurangi, seperti asap dari kendaraan bermotor, asap dari industri  – industri, dll. Semua ini bergantung pada kesadaran diri kita masing – masing. Apakah kita mau untuk  memperbaiki dan mencegah keadaan ini, ataukah ingin terlarut dalam keadaan yang sewaktu – waktu dapat mengancam kita.

Referensi:

http://agrica.wordpress.com/2009/02/22/351/

Pasar Modern VS Pasar Tradisional

3 Comments

Modernisasi telah banyak merubah pola hidup masyarakat. Pada saat ini, telah banyak bermunculan pasar – pasar modern atau supermarket diberbagai daerah di Indonesia. Hal ini tentunya telah menggeser eksistensi dari pasar tradisional. Dengan semakin banyaknya pasar – pasar tradisional, telah merebut banyak perhatian  masyarakat. Pada saat ini semakin banyak masyarakat yang telah  beralih untuk berbelanja di pasar modern dari pada berbelanja di pasar tradisional. Hal ini menyebabkan para konsumen atau pembeli di pasar tradisional mengalami penurunan sehingga omset para pedagang juga mengalami penurunan. Hal ini tentu sangat merisaukan mengancam kelangsungan hidup para pedagang di pasar tradisional.

Beralihnya para konsumen yang berbelanja di pasar tradisional menuju ke pasar modern tentu didasarkan oleh berbagai alasan.  Pasar modern ( supermarket, minimarket) memiliki tempat dan fasilitas yang lebih lengkap dari pada pasar modern.  Hal inilah yang menjadi daya tarik para pembeli atau konsumen. Jika kita berbelanja di Supermarket, tentu kita akan merasakan suasana yang berbeda dengan ketika kita berbelanja di pasar tradisional. Tempatnya yang bersih, nyaman, serta memberikan segala kemudahan bagi kita untuk berbelanja, telah menghipnotis kita untuk kembali lagi berbelanja di tempat tersebut. Barang – barang yang dijual pun beraneka ragam dan berkualitas lebih baik.

Harga yang ditawarkan  oleh supermarket – sepermarket juga bersaing. untuk menarik minat para pembeli atau konsumen biasanya supermarket – sepermarket malakukan promosi dengan memberikan diskon ataupun menyediakan paket belanja hemat. Selain itu, terkadang di beberapa supermarket juga memberikan harga yang jauh lebih rendah dataupun menyamai harga di pasar tradisional.  Hal ini tentu saja semakin menarik minat para pembeli untuk mengunjungi pasar modern dan semakin meninggalkan pasar tradisional. Akibatnya, hal ini dapat mematikan usaha para pedagang di pasar tradisional.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya pemerintah melakukan tindakan untuk melindungi pasar tradisional karena walau bagaimanapun, pasar tradisional telah banyak menyerap tenaga kerja serta memberikan  sumber kehidupan bagi masyarakat setempat.  Selain itu, pasar tradisional juga merupakan tempat untuk memperkenalkan produk – produk lokal kepada masyarakat luas. Sedangkan pada pasar modern biasanya bukanlah milik masyarakat setempat, melainkan milik para penanam modal asing. langkah – langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah diantaranya adalah dengan membatasi jumlah berdirinya pasar modern di setiap daerah.. selain itu pemerintah juga harus menerapkan suatu peraturan tegas yang menyatakan bahwa pasar tradisional boleh beroperasi asalkan harga barang – barang yang di jual tidak boleh dibawah harga pasar tradisional. Dengan demikian diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pasar tradisional.

Aksesoris

Leave a comment

aksesoriAksesoris memiliki beraneka ragam jenis. Pada gambar berikut ini adalah gambar kalung dan dan gelang yang terbuat dari manik – manik. Keindahan dari sebuah aksesoris bukan bergantung dari harganya, melainkan bergantung pada kemampuan kita dalam memadupadankan bahan – bahan yang ada. untuk mendapatkan kualitas aksesoris yang baik, sebaiknya menggunakan bahan yang anti karat seperti monel, dll. apabila bahan yang digunakan untuk merangkai mudah berkarat, maka akan mempengaruhi kualitas manik – manik atau bahan lainnya dalam pembuatan aksesoris.

Older Entries